“`html
Pemindaian otak memungkinkan prediksi perkembangan menuju demensia
Sekitar 40% orang dengan gangguan kognitif ringan berkembang menjadi demensia dalam tiga tahun setelah diagnosis. Perkembangan cepat ini menyoroti pentingnya memiliki alat yang andal untuk mengidentifikasi pasien yang paling berisiko. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa dimungkinkan untuk memprediksi perkembangan ini melalui analisis volumetri otak yang dilakukan dari pemindaian, sebuah teknik pencitraan yang luas tersedia dan murah.
Para peneliti menganalisis data 791 pasien dengan gangguan kognitif ringan. Di antara mereka, 40% berkembang menjadi demensia dalam waktu tiga tahun. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa orang yang berkembang menjadi demensia rata-rata lebih tua, lebih sering perempuan, dan pembawa varian genetik yang dikenal meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Keadaan kognitif awal mereka, yang dinilai melalui tes klinis, juga lebih terganggu.
Analisis pemindaian mengungkapkan perbedaan yang menonjol di beberapa wilayah otak. Pasien yang berkembang menjadi demensia menunjukkan pelebaran yang lebih besar pada ventrikel lateral inferior dan ruang yang berisi cairan serebrospinal di daerah parietal dan oksipital. Perubahan ini mencerminkan atrofi otak, yaitu penurunan volume otak, yang sering dikaitkan dengan perkembangan penyakit Alzheimer.
Untuk memprediksi perkembangan ini, para ilmuwan mengembangkan model berbasis kecerdasan buatan. Model ini menggabungkan data klinis, seperti usia atau hasil tes kognitif, dengan pengukuran volumetri yang diperoleh dari pemindaian. Model ini mencapai akurasi yang luar biasa, dengan kemampuan untuk membedakan pasien berisiko dengan benar dalam hampir 84% kasus. Enam faktor terbukti sangat menentukan: usia, varian genetik, tingkat gangguan kognitif awal, dan tiga pengukuran spesifik atrofi otak di wilayah yang disebutkan.
Penggunaan pemindaian memiliki keuntungan utama: teknik ini sudah umum digunakan dalam praktik klinis untuk menyingkirkan penyebab lain gangguan kognitif, seperti tumor atau kejadian vaskular. Dengan demikian, mengintegrasikan analisis volumetri ini tidak akan memerlukan pemeriksaan tambahan, yang membuat pendekatan ini praktis dan ekonomis. Tidak seperti metode lain, seperti MRI atau biomarkah dalam cairan serebrospinal, pemindaian tersedia di sebagian besar pusat rumah sakit dan tidak memerlukan prosedur invasif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya memungkinkan prediksi yang akurat terhadap perkembangan menuju demensia, tetapi juga mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh. Misalnya, atrofi di ventrikel lateral inferior, sebuah area dekat hipokampus, merupakan indikator kuat peningkatan risiko. Hipokampus memainkan peran kunci dalam memori, dan penyusutannya sering diamati pada tahap awal penyakit Alzheimer. Demikian pula, perubahan di daerah parietal dan oksipital, yang terkait dengan jaringan saraf yang terlibat dalam fungsi kognitif kompleks, mengonfirmasi pentingnya wilayah-wilayah ini dalam perkembangan penyakit.
Model ini dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap penanganan pasien. Dengan mengidentifikasi mereka yang memiliki risiko tinggi berkembang menjadi demensia dalam jangka pendek, dokter dapat menyesuaikan pemantauan, menawarkan intervensi dini, dan memberikan informasi yang lebih baik kepada pasien dan keluarga mereka. Sebaliknya, orang dengan risiko rendah dapat menghindari pemeriksaan yang tidak perlu atau kunjungan yang terlalu sering. Stratifikasi risiko ini juga dapat meningkatkan efisiensi uji klinis dengan menargetkan peserta yang paling mungkin mengalami perkembangan cepat, yang akan memudahkan pengembangan perawatan baru.
Studi ini mengonfirmasi bahwa pemindaian, yang sering dianggap sebagai alat diagnosis dasar, dapat menjadi elemen kunci untuk prognosis. Dengan memanfaatkan data yang sudah tersedia, metode ini menawarkan solusi yang mudah diakses untuk kedokteran yang dipersonalisasi, tanpa memberatkan pasien atau sistem kesehatan.
“`
Sources du média
Document de référence
DOI : https://doi.org/10.1038/s41598-026-45439-8
Titre : Scalable CT-based prognostic modeling of dementia conversion in mild cognitive impairment
Revue : Scientific Reports
Éditeur : Springer Science and Business Media LLC
Auteurs : Seongbeom Park; Jehyun Ahn; Duk L. Na; Hee Jin Kim; Hyemin Jang; Jun Pyo Kim; Sung Hoon Kang; Jihwan Yun; Min Young Chun; Sang Won Seo; Kichang Kwak